Terapi Photodynamic Untuk Pengobatan Kanker

Kanker memang masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan, banyak dokter yang mengklaim penyakit ini tidak bisa disembuhkan, benarkah? Hal-hal baru yang dilakukan di dunia medis memang terus berkembang pesat, khususnya untuk terapi kanker. Salah satu metode pengoabatan yang di percayai saat ini dikenal dengan istilah kemo.

Fakta Seputar Kemoterapi

Kemoterapi atau radioterapi mungkin sudah familiar untuk masyarakat Indonesia, terapi ini dilakukan untuk membunuh sehingga menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, agar tidak menyebar ke jaringan dan organ tubuh lainnya. Namun, efek dari terapi ini memang membuat penderitanya kesakitan, bahkan tak jarang ada banyak penderita kanker yang akhirnya menolak untuk melakukan kemo karena efek samping ditimbulkan sangat menyiksa. Beberapa gejala seperti nyeri parah pada sendi, mual-mual hingga rambut rontok hingga sakit kepala hebat. Mengapa bisa terjadi seperti itu ?

Kemoterapi adalah fase terminasi sel-sel yang nakal, yaitu kanker. Sayangnya, sel dan jaringan yang baik pun terkena dampaknya. Survey membuktikan, hanya 5 % tingkat keberhasilan pasien berpenyakit kanker untuk bisa disembuhkan

Menyadari akan hal itu, banyak dokter yang mencari alternative terapi yang lebih “ramah” untuk pasien. Salah satu terapi kesehatan terbaru untuk pengobatan Kanker adalah Terapi Photodynamic.

Apa itu Terapi Photodynamic?

Terapi photodynamic (PDT) adalah pengobatan yang menggunakan metode sifat fotosintetis pada zat yang bisa berfotosintetis yang bisa di kontrol.

Terapi Photodynamic Untuk Kecantikan Menghilangkan Bekas Jerawat Pada Wajah

Terapi Photodynamic Untuk Kecantikan Menghilangkan Bekas Jerawat Pada Wajah

Setiap sesi pada terapi PDT ini, ditunjang dengan gelombang cahaya atau laser dengan frekuensi gelombang tertentu. Panjang atau besaran gelombang akan menentukan seberapa jauh laser dapat menjangkau tubuh pasien. Dengan demikian, banyak dokter yang menggunakan metode Terapi Photodynamic (PDT) ini untuk mengobati berbagai penyakit dan gangguan pada tubuh pasien.

Bagaimana Terapi Photodynamic Mengobati Kanker?

Langkah pertama yang dilakukan dalam terapi PDT ini adalah menggunakan intisari temulawak (curcumin) yang disuntikkan ke dalam aliran darah. Curcumin atau temulawak tadi nantinya diserap oleh sel-sel di seluruh tubuh, namun untuk kasus ini, suntikan hanya dipusatkan pada sel-sel kanker di dalam tubuh. Akan dibutuhkan waktu antara 1 sampai dengan 3 hari untuk memastikan tubuh benar benar bisa menyerap curcumin yang sudah di injeksi.  Setelah itu, dokter akan menggunakan terapi cahaya atau terapi laser yang dipusatkan pada bagian tubuh yang sudah di injek dengan obat photosensitizing, saat proses terapi laser, akan menimbulkan reaksi tumor bentuk aktif dari oksigen yang akan menghancurkan sel-sel kanker di dalam tubuh pasien.

Terapi Photodynamic merupakan metode alternatif pengobatan kanker sementara curcumin (CUR) adalah senyawa yang berasal dari Cina obat (TCM) ramuan tradisional.

Terapi Photodynamic merupakan metode alternatif pengobatan kanker sementara curcumin (CUR) adalah senyawa yang berasal dari Cina obat (TCM) ramuan tradisional.

Selain langsung membunuh sel-sel kanker, PDT muncul untuk mengecilkan atau menghancurkan tumor dengan dua cara. Yang pertama Fotosensitizer dapat merusak pembuluh darah di tumor, sehingga mencegah kanker dan tetap menstimulasi tubuh untuk menerima gizi dari makanan. PDT juga dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel tumor.

Sinar laser dapat diarahkan melalui kabel serat optik (serat tipis yang mengirimkan cahaya). Serat optik yang dipakai ini biasa digunakan untuk melakukan endoskopi (tabung tipis yang digunakan untuk melihat jaringan di dalam tubuh) ke paru-paru atau esofagus untuk mengobati kanker di organ-organ ini. Sumber cahaya lain termasuk dioda pemancar cahaya (LED), yang dapat digunakan untuk tumor permukaan, seperti kanker kulit. Terapi PDT ini biasanya dilakukan sebagai prosedur alternatif pembantu. Pada beberapa kasus, pasien juga memerlukan terapi ozon, dan kemoterapi dengan dosis yang rendah.

PDT juga terbagi menjadi salah satu treatment lain yang disebut Extracorporeal photopheresis (ECP) adalah jenis PDT di mana mesin yang digunakan untuk mengumpulkan sel-sel darah pasien melalui teknik laser, dikeluarkan ke dalam tubuh lalu dimasukan lagi ke tubuh pasien. Masih menggunakan injeksi obat photosensitizing, namun diluar organ tubuh, terapi ini lebih berfokus pada penderita kanker darah. US Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui ECP ini pada tahun 1996.

Bisakah Terapi Photodynamic Mengobati Kanker?

Terapi photodynamic (PDT) adalah pengobatan untuk kanker kulit yang bukan disebabkan sinar matahari dan merupakan pengobatan eksperimental untuk beberapa jenis kanker lainnya.

Terapi photodynamic (PDT) adalah pengobatan untuk kanker kulit yang bukan disebabkan sinar matahari dan merupakan pengobatan eksperimental untuk beberapa jenis kanker lainnya.

Untuk saat ini, USA FDA telah menyetujui bebereapa jenis cairan yang digunakan untuk membantu Terapi PDT ini untuk fotosintetiskan dengan natrium porfimer, atau Photofrin®. Terapi ini sangat baik untuk mengobati atau meringankan gejala-gejala pada kanker kerongkongan dan kanker paru-paru. Natrium Porfimer disetujui untuk meredakan gejala kanker kerongkongan ketika kanker menghalangi kerongkongan atau ketika kanker tidak dapat diobati dengan terapi laser saja. Pada tahun 2003, FDA menyetujui natrium porfimer untuk menjadi pengobatan lesi prakanker pada pasien dengan Barrett esophagus, yaitu sebuah kondisi yang dapat menyebabkan kanker kerongkongan.

Kekurangan Terapi Photodynamic

Laser yang digunakan untuk memaksimalkan fungsi dari obat fotosensitizer tidak bisa lewat melalui lebih dari sekitar sepertiga atau satu inci jaringan (1 sentimeter). Untuk alasan ini, PDT biasanya digunakan untuk mengobati tumor atau hanya di bawah kulit dan kerongkongan. Seain itu, PDT juga dinilai kurang efektif dalam mengobati tumor besar, karena cahaya atau laser tidak bisa menjangkau sel tumor terlalu jauh. PDT adalah pengobatan lokal dan umumnya tidak dapat digunakan untuk mengobati kanker yang telah menyebar atau komplikasi.

Efek Samping Terapi Photodynamic

Saat ini banyak praktisi kedokteran di beberapa negara bagian Amerika dan Eropa meyakini bahwa Terapi Photodynamic adalah solusi yang paling apik untuk memperbesar kemungkinan pasien kanker untuk bisa mendapatkan kualitas hidup yang lain baik. Namun sampai tulisan ini dibuat, meski memiliki resiko lebih kecil, dan memiliki lebih besar kemungkinan kesuksesan pada terapi pasien penyakit kanker, ada 2 efek samping yang mungkin bisa menjadi acuan agar Anda bisa mempersiapkan diri.

  1. Natrium Porfimer membuat kulit dan mata sensitif terhadap cahaya untuk sekitar 6 minggu setelah pengobatan. Dengan demikian, pasien disarankan untuk menghindari sinar matahari langsung dan cahaya dalam ruangan yang terang selama minimal 6 minggu.
  2. Penggunaan terapi laser untuk kulit yang sensitive bisa mengakibatkan beberapa efek samping seperti. luka bakar, bengkak, nyeri atau meninggalkan bekas seperti luka parut. Efek samping lain dari PDT adalah batuk, kesulitan menelan, nyeri perut, atau sesak napas. Namun efek samping seperti diatas hanya berlangsung sementara waktu saja.

Biaya Pengobatan Terapi Photodynamic (PDT)

Kesembuhan yang ilahi adalah sebuah hadiah yang hanya datang dari kemauan kita untuk meraih kesempatan tersebut. Pada banyak kasus, biaya pengobatan antara setiap individu akan berbeda-beda. Hal yang menjadi perbedaan yang sangat mencolok adalah jenis penyakit kanker atau tumor yang dihadapi. Tingkat kompleks penyakit terhadap pasien (apakah pasien memiliki penyakit lain yang menjadi root cause ?) serta tingkat stadium penyakit kanker atau tumor yang dihadapi.

Jika Anda mau mendapatkan kehidupan yang lebih baik, hidup yang bebas dari sakit kanker dan tumor, Anda bisa memulai dengan menghubungi customer service kami dan melakukan janji temu untuk berkonsultasi dengan dokter kami yang sudah berpengalaman dalam bidang holistik yang dikemas dalam pengobatan alternatif modern.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.