Terapi Laser Anak Berkebutuhan Khusus Autis Hiperaktif

Terapi laser dapat membantu mengurangi dan mengendalikan ADD & ADHD

ADD & ADHD merupakan salah satu gangguan mental yang terjadi pada anak yang terkadang mengganggu mereka untuk berkreasi. Berkenaan dengan hal tersebut, sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan, kami memiliki beberapa tenaga medis yang bersertifikat dan siap membantu anda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Disini, terapis kami akan menggunakan terapi laser low level (LLLT) yang juga dikenal sebagai terapi dingin dan soft terapi. Terapi ini bekerja dengan cara melepaskan hormone endorfin dari dalam tubuh.

Secara alami, hormone endorfin akan dikeluarkan tubuh ketika kita merasa senang, nyaman atau melakukan aktivitas seksual. Bisa dikatakan bahwa endorfin merupakan salah satu penghilang rasa sakit di tubuh kita. Endorfin akan bekerja secara efektif untuk menghilangkan rasa sakit yang terjadi dan membuat kita merasa lebih baik secara emosional. Terapi ini dilakukan dengan cara merangsang titik-titik tertentu dalam tubuh yang dapat mengubah reaksi kimia di dalamnya. Dengan perubahan reaksi ini, terapi ini sangat efektif untuk mengurangi dan mengendalikan gejala ADD/ADHD.

Terapi ini mengkhususkan perawatan pada bagian luar telinga. Disini, terapis akan merangsang amigdala, hipokampus, dan banyak bagian lainnya yang nanti akan bermanfaat secara efektif untuk membantu mengatur energy dan menenangkan impuls yang pada nantinya akan berguna untuk mengatur kondisi tubuh dalam mengatasi ADD/ADHD.

Selain mengatasi permasalahan ADD/ADHD, terapi ini juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan prosedur non-invasif, terapi ini secara medis sudah terbukti aman dan sangat efektif untuk digunakan. Dengan perawatan yang regular, LLLT dapat membantu penderita untuk sembuh. Telah banyak dibuktikan dari beberapa negara, seperti Kanada dan Inggris, bahwa terapi ini menjadi salah satu alternative terbaik selama 30 tahun. Disisi lain, dengan melakukan terapi ini, anda juga dapat menyembuhkan beberapa macam gangguan lain seperti nyeri pada punggung, kepala, lutut atau yang lainnya.

Info Tentang ADD & ADHD

ADD atau Attention Deficit Disorder dan ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan yang megakibatkan penderita kekurangan kemampuan untuk mempertahankan perhatian dalam waktu yang lama. Gejala ini dapat berlangsung beberapa saat. Seorang penderita ADD/ADHD akan mengalami perasaan yang berbeda dan mereka akan merasa sendiri serta terisolasi dari lingkungannya.

Para ahli mengatakan bahwa penderita ini akan mengalami beberapa gejala seperti susah untuk diam dan tenang, susah fokus dan ingin semaunya sendiri. Meskipun kedua jenis penyakit, yakni ADD dan ADHD seringkali dikaitkan, akan tetapi sebenarnya kedua hal tersebut memiliki perbedaan yang begitu mencolok. Seorang penderita ADD akan cenderung agak pasif dibandingkan dengan penderita ADHD. Selain itu, penderita ADD lebih mudah menyerah ketika dia tidak bisa melakukan sesuatu akan tetapi penderita ADHD akan terus mencoba dan tidak menghiraukan waktu yang terbuang. Kedua kondisi tersebut tentu sangat mengganggu dan membatasi kreasi yang mungkin dapat dikembangkan.

Tanda dan Gejala pada ADD/ADHD

Ada beberapa gejala yang akan timbul pada penderita ADD/ADHD. Akan tetapi, secara umum, gejala penderita gangguan ini berbeda pada orang dewasa dan anak-anak. Kita akan membahasnya pada penjelasan di bawah ini.

6 Gejala Khusus ADD/ADHD Pada Orang Dewasa

ADHD pada orang dewasa dapat menyebabkan sejumlah masalah termasuk ketidakstabilan hubungan dengan sesama, kinerja yang buruk di sekolah dikenal dengan ADD atau Attention Deficit Disorder

ADHD pada orang dewasa dapat menyebabkan sejumlah masalah termasuk ketidakstabilan hubungan dengan sesama, kinerja yang buruk di sekolah dikenal dengan ADD atau Attention Deficit Disorder

Pada orang dewasa, terdapat beberapa gejala khusus ADD/ADHD yang mungkin terjadi. Gejala ini dibagi menjadi beberapa bagian, seperti:

  1. Permasalahan Fokus dan Konsentrasi

Sering berkhayal, pikiran yang mudah kacau, susah konsentrasi pada tugas, susah mendengarkan dengan baik.

  1. Permasalahan hyperfokus

Terlalu fokus pada buku, TV, proyek yang dikerjakan dan lainnya hingga melupakan lingkungan sekitar.

  1. Permasalahan organisasi

Menunda pekerjaan, rumah atau kantor yang berantakan, terlambat mengerjakan tugas dengan parah, bermasalah saat memulai dan mengakhiri tugas.

  1. Permasalahan implusif

Berbicara dan bertindak tanpa dipikir, suka menyela pembicaraan, tendensi yang adiktif, sembrono dan bertindak yang tidak pantas, serta tidak bisa mengontrol kesabaran.

  1. Permasalahan emosional

Frustasi, bingung, stress, suasana hati yang berubah-ubah, mudah tersinggung karena kritik, temperamental, kurang percaya diri.

  1. Hiperaktif

Gelisah, mudah marah, berbicara dengan berlebihan, susah bekerja sama.

3 Gejala ADD/ADHD Pada Anak-Anak

Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, ada beberapa jenis obat serta terapi untuk ADHD yang dapat dipilih. Langkah-langkah penanganan ini dilakukan

Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, ada beberapa jenis obat serta terapi untuk ADHD yang dapat dipilih. Langkah-langkah penanganan ini dilakukan

Ada beberapa gejala yang mungkin timbul pada kasus ADD/ADHD yang terjadi pada anak-anak, yang dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

  1. Permasalahan Fokus

Sulit untuk berkonsentrasi, sulit mendengarkan, sulit mengingat, tidak tanggap, susah mengatur diri, mudah bosan dan sering kehilangan barang.

  1. Permasalahan implusif

Berbicara dan bertindak tanpa berpikir, berbicara keras di kelas, tidak sabar untuk menunggu giliran, suka menyela, mudah tersinggung dan marah, bertanya pada orang lain daripada mencoba menyelesaikan masalah.

  1. Hiperaktif

Bertindak berlebihan, gelisah, susah diam, kaki gemetaran, berbicara berlebihan dan mudah marah.

Penyebab ADD/ADHD

Para ahli mengemukakan bahwa secara umum, penyebab dari ADD/ADHD belum bisa dipastikan. Akan tetapi, mereka berkesimpulan bahwa ada peran gen yang begitu kuat yang mempengaruhi penderita untuk terjangkit penyakit ini. Selain itu, para ahli juga berpendapat bahwa kelainan struktur otak juga berpengaruh pada seseorang untuk terjangkit penyakit ADD/ADHD.

Dalam kasus lain ditemukan bahwa efek dari perilaku dan kebiasaan juga berpengaruh pada keterjangkitan penyakit ini. Misalnya saja seseorang yang merokok dan meminum minuman keras selama masa kehamilan memiliki resiko terjangkit yang lebih besar. Selain itu, bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah juga mempunyai resiko yang lebih besar untuk terserang ADD/ADHD. Resiko yang sama juga akan dialami oleh anak-anak yang mempunyai luka pada kepala mereka, terutama yang disebabkan oleh cedera. Selain itu, pola lingkungan yang kurang sehat, seperti pemakaian bahan pengawet pada makanan akan meningkatkan resiko anak-anak terjangkit ADD/ADHD.

Dokter banyak menjelaskan bahwa sebenarnya, tanda ADD/ADHD dimulai sejak masa kecil yang sayangnya terkadang permasalahan ini tidak disadari hingga dewasa. Yang demikian menimbulkan fakta bahwa jika seorang dewasa kedapatan menderita ADD/ADHD, maka dapat dipastikan bahwa sebenarnya dia sudah menderita penyakit ini selama beberapa tahun! Disisi lain, penelitian menunjukkan bahwa antara 30% hingga 70% anak-anak yang menderita ADD/ADHD akan terus mengalami gejala penyakit ini hingga mereka beranjak dewasa. Sungguh merupakan fakta yang mengerikan!

3 Efek & Akibat dari ADD/ADHD

Ada beberapa akibat dari ADD/ADHD yang sebaiknya anda tahu. Beberapa akibat ini dapat menjadi peringatan bagi anda.

  1. Masalah Fisik dan Kesehatan Mental

Penderita penyakit ini akan cenderung menyalahgunakan obat yang diberikan, makan berlebihan, sering merasa cemas, mudah stress, kurang percaya diri, dan mengabaikan masalah kesehatan dirinya.

  1. Masalah di Sekolah

Susah konsentrasi pada pelajaran, sering melewatkan info penting, tidak fokus pada tugas yang diberikan.

  1. Masalah Pergaulan

Penderita penyakit ini cenderung susah untuk berurusan dengan orang lain dan mereka cenderung memilih untuk sendirian.

Pengobatan ADD/ADHD dengan Terapi Laser (LLLT)

Para dokter mengatakan bahwa obat untuk ADD/ADHD yang akan diberikan dapat memberikan efek ketergantungan dan efek samping lain yang tidak di inginkan. Sebenarnya, ada beberapa obat yang dapat anda pilih, seperti ritalin, adderal, konser dan clonidine yang memiliki beberapa dosis yang berbeda. Akan tetapi, penggunaan obat tsb akan memberikan efek samping yang cenderung merugikan dan tidak pernah anda duga sebelumnya. Oleh karena itu, disarankan agar para penderita penyakit ini beralih pada jenis pengobatan lain. Dengan resiko yang sudah diketahui, tentu kita harus lebih berhati-hati bukan, dalam melakukan pengobatan?

Anda bisa menghubungi customer services kami untuk melakukan janji temu dengan dokter untuk berkonsultasi. Pastikan untuk membawa rekam medis 6 bulan terakhir serta obat/sumplement yang diberikan dokter terdahulu. Hal ini bertujuan untuk memberitahukan kenyataan pada setiap pengobatan yang sudah Anda ambil. Serta melakukan diskusi jika memungkinkan untuk mengganti penggunaan obat yang berefek negatif dengan suplemen yang bisa memiliki khasiat yang sama namun tidak memiliki efek yang negatif.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.