Tips Menghindari Resiko Obesitas Pada Ibu Hamil

Obesitas merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kelebihan massa tubuh. Kondisi ini sebelumnya harus ditegakkan dulu diagnosanya, karena obesitas seringkali disamakan dengan kegemukan. Dokter biasanya akan mengacu pada BMI (Body Mass Index). Obesitas juga bisa terjadi pada ibu hamil dan sungguh bukan kondisi yang baik.

Jika Anda masuk ke dalam kategori obesitas saat sedang mengandung, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk membantu perihal perencanaan makan, perkembangan janin, dan pemberian solusi yang dapat mencegah kemungkinan terburuk dapat terjadi pada Anda. Untuk sekedar menambah wawasan dan kewaspadaan Anda terhadap obesitas pada ibu hamil, berikut ini adalah resiko-resiko yang dapat terjadi pada ibu hamil yang mengalami obesitas.

Mengenal Resiko Obesitas Pada Ibu Hamil

Obesitas tak jarang menyebabkan peningkatan resiko pada masalah kesehatan serius, terutama dalam penyakit generatif. Lalu, apa saja kah resiko obesitas pada ibu hamil yang bisa terjadi?

  • Diabetes gestational – Sekitar 4% dari jumlah total kehamilan di seluruh dunia, terjadi diabetes gestational yang disertai dengan obesitas pada ibu hamil. Diabetes gestational merupakan kondisi dimana kadar gula dalam darah meningkat selama proses kehamilan berlangsung. Dokter akan menganjurkan berbagai pemeriksaan rutin dan diet ketat yang harus diikuti demi menjaga kesehatan janin dan ibu.
  • Operasi caesar – Obesitas pada ibu hamil membuat jalan lahir untuk sang janin menyempit atau tertutup. Inilah mengapa ibu hamil dengan obesitas selalu dianjurkan untuk melalui operasi caesar.
  • Pre-eklampsia – Kondisi dimana tekanan darah meningkat yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urin. Tanda paling umum dari preeklampsia adalah pembengkakan pada kaki dan kanan. Angka kematian atau koma pada ibu hamil yang memiliki preeklampsia sangatlah tinggi. Dokter biasanya akan menyarankan pemakaian obat antihipertensi bersama diet rendah sodium.
Berat badan yang naik berlebihan saat hamil, meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi ibu hamil dan bayinya

Berat badan yang naik berlebihan saat hamil, meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi ibu hamil dan bayinya

Mencegah Obesitas Pada Ibu Hamil dengan Diet

Banyak sekali ibuh hamil yang salah mengartikan istilah “eating for two” atau makan untuk dua orang ketika sedang hamil. Hal inilah yang menjadi alasan banyak ibu hamil yang beranggapan jika porsi makan yang dua kali lipat itu diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya dan sang janin. Kenaikan berat badan secara drastis dan menjurus pada obesitas pada ibu hamil adalah akibatnya. Untuk itu, cobalah untuk berdiet dan hindari makanan-makanan berikut ini:

  1. Makanan tinggi lemak – Jangan sampai Anda menimbun lemak selama hamil. Hindari makanan yang sering menjadi sumber lemak jenuh seperti bakso, gorengan, dan makanan cepat saji.
  2. Makanan bersodium tinggi – Obesitas pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh konsumsi sodium yang terlalu berlebihan. Seperti yang dianjurkan dokter, ibu hamil hanya perlu 2300 mg garam per hari untuk mencukupi asupan sodium yang dibutuhkan oleh tubuh. Hindari daging olahan, camilan, sup kalengan, dan makanan beku yang sulit Anda perkirakan seberapa banyak kandungan sodium di dalamnya.
  3. Makanan tinggi gula – Kebanyakan kasus obesitas pada ibu hamil juga bermuara pada kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula yang terlalu berlebihan. Cukup batasi makanan yang nilai glukosanya tinggi seperti mie dan kentang goreng. Dalam porsi yang tepat, makanan yang mengandung gula ini dapat dijadikan penambah energi yang baik.

Demikianlah beberapa informasi seputar obesitas pada ibu hamil yang cukup berbahaya dan perlu untuk diwaspadai. Semoga bermanfaat, terutama untuk Anda yang tengah menunggu kelahiran sang buah hati.

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.