Mewaspadai Gejala-Gejala Awal Kanker Rahim Sejak Dini!

Rahim merupakan organ reproduksi paling penting untuk seorang wanita. Tanpa rahim, seorang wanita tidak dapat mengandung dan melahirkan bayi. Sayangnya, kualitas kesehatan organ penting ini terancam dengan adanya penyakit kanker.

Sel-sel kanker dapat berkembang hampir diseluruh bagian rahim, mulai dari leher rahim hingga indung telur (ovarium) dimana sel telur terbentuk. Penyebab dan faktor resikonya bermacam-macam, namun lebih sering berkaitan dengan gaya hidup yang kurang baik.

Sebagai tindak pencegahan yang cerdas, ada baiknya jika Anda lebih kenal dengan gejala-gejala awal kanker rahim berikut ini!

Gejala-Gejala Awal Kanker Rahim pada Ovarium

Menempati peringkat ke-5 teratas kanker yang umumnya terjadi pada wanita, kanker ovarium mulai menjadi bahan pembicaraan. Kanker ini terjadi pada jaringan epitel ovarium, tempat dimana sel telur diproduksi. Berikut ini adalah beberapa gejala awal kanker rahim yang terjadi pada ovarium:

  1. Rasa kembung di perut: Gejala awal kanker rahim yang menyerang ovarium adalah perut kembung, meskipun tidak makan atau minum terlalu banyak. Hal ini dapat menyebabkan rasa yang tidak nyaman. Namun, perut kembung juga bisa jadi gejala penyakit yang tidak terlalu berbahaya.
  2. Sakit pada perut bagian bawah: Hal paling menyiksa dan seringkali terjadi sesaat sebelum menstruasi. Namun jika sakit di bagian perlvis terjadi tanpa alasan, bisa menjadi salah satu gejala awal kanker rahim.
  3. Gangguan pencernaan: Seperti mual yang berkepanjangan, kandungan gas tinggi, hilang selera makan dan konstipasi.

Gejala-Gejala Kanker Rahim pada Serviks

Sekarang ini, kanker leher rahim seringkali dibahas, karena kanker ini menjadi salah satu penyebab kematian pada wanita hampir diseluruh dunia. Seperti namanya, kanker leher rahim terjadi di jaringan dari pintu rahim (serviks). Berikut ini adalah beberapa gejala kanker rahim yang terjadi di serviks.

  1. Rasa nyeri setelah berhubungan intim: Gejala ini juga sering disertai dengan sedikit pendarahan,
  2. Keputihan tidak normal: Ketika keputihan terjadi terlalu banyak, berbau busuk, dan berwarna aneh, patut dicurigai sebagai satu gejala awal kanker rahim yang terjadi di serviks.
  3. Penurunan berat badan: Dalam beberapa kasus, kanker serviks juga membuat penderitanya menjadi lebih kurus dan kehilangan nafsu makan.

Gejala-Gejala Kanker Rahim pada Endometrium

Ketika sel-sel kanker terbentuk di lapisan rahim (endometrium), maka terjadilah kanker endometrium. Menduduki peringkat ke-4 teratas kanker yang paling umum terjadi pada wanita, jenis kanker ini cukuplah berbahaya. Berikut ini adalah gejala-gejala awalnya:

  1. Rasa nyeri di panggul: Lebih mirip dengan rasa sakit pasca-menstruasi.
  2. Pendarahan abnormal: Ketika vagina mengeluarkan darah secara tidak normal, bisa jadi itu adalah salah satu dari gejala awal kanker rahim. Misalnya, penderahan terjadi pasca menopause atau berupa haid yang tidak teratur.
  3. Keputihan abnormal: Saat organ reproduksi wanita sedang tidak baik, maka gejala awal yang paling mudah terlihat adalah melalui cairan yang keluar dari vagina. Apakah berbau atau berwarna tidak normal dan keluar dalam jumlah yang banyak?

Pengobatan Alternatif Modern Kanker Rahim

Di Klinik kami, Anda bisa mendapatkan pelayanan terpadu untuk menyembuhkan kanker rahim. Tidak hanya peralatan yang canggih, Anda akan mendapatkan tenaga yang berpengalaman dalam hal pengobatan fungsional dengan pendekatan holistik. Jadi, bagi Anda yang menginginkan pengobatan alternatif selain kemoterapi dan sinar di rumah sakit, klinik kami merupakan salah satu kandidat paling baik bagi Anda untuk mendapatkan pengalaman mengobati penyakit langsung pada root cause.

Ketika Anda menemukan satu dari gejala-gejala awal kanker rahim yang sudah dijelaskan diatas, Anda harus bersikap waspada dengan mengkonsultasikannya dengan dokter. Segera hubungi kami untuk membuat jadwal temu hingga dokter kami bisa melakukan diagnosa lebih lanjut untuk terapi yang bisa Anda jalani untuk mengobati penyakit kanker rahim.

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.