Pengobatan Imunoterapi Pada Metastasis Kanker Payudara

Anda mungkin sudah mengenal apa itu metastasis pada kanker payudara. Ya, kanker yang sudah berada pada stadium 4 dan telah menyebar di luar bagian tubuh dari tempat awalnya kanker itu berasal.  Dalam kasus kanker payudara, ketika terdiagnosis stadium 4, itu berarti kanker telah mencapai tulang, paru-paru, hati, atau bahkan otak. Metastatis memiliki arti penyebaran dalam sebuah penyakit kanker.

Mengenal Imunoterapi Lebih Dalam

Apakah Imunoterapi Bisa Digunakan Pada Kasus Kanker Payudara Yang Sudah Bermetastasis? Imunoterapi merupakan metode pengobatan kanker yang tergolong masih baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Imunoterapi adalah sebuah pengobatan kanker yang terbukti berhasil meningkatkan kualitas hidup serta usia pasien pada  jenis kanker tertentu. Diantaranya adalah kanker prostat dan kanker paru.

Para peneliti, saat ini sudah mengembangkan kemungkinan penerapan imunoterapi pada kanker payudara. Sebelumnya, para ilmuwan beranggapan bahwa sistem kekebalan tubuh tidak memiliki pengaruh pada kanker payudara. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ternyata tidaklah demikian. Sistem kekebalan tubuh terbukti memiliki peranan penting pada kasus kanker payudara.

Teruslah membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara kerja imunoterapi dan apa saja jenis-jenisnya.

Bagaimana Imunoterapi Bekerja Menyembuhkan Penyakit?

Pengobatan Imunoterapi Pada Metastasis Kanker Payudara

Imunoterapi merupakan jenis pengobatan yang menggunakan sistem kekebalan tubuh (imun) pasien kanker untuk menyerang sel kanker. Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan cara menyerang benda asing di dalam tubuh yang tidak dikenali. Benda asing ini termasuk virus, bakteri, dan sel kanker. Namun, sel kanker merupakan benda asing yang paling sulit dikenali karena tidak terlalu berbeda dari sel normal. Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih baik dalam melawan sel kanker.

Terdapat berbagai jenis imunoterapi yang bekerja dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda agar dapat bekerja dengan lebih baik. Cara lainnya dengan memberikan lebih banyak “alat”, seperti antibodi, pada sistem kekebalan tubuh Anda untuk menyerang sel kanker tertentu.

Saat ini ada setidaknya 4 jenis imunterapi yang digunakan untuk membasmi sel kanker pada pasien kanker payudara. Berikut diantaranya;

  1. Vaksin Kanker (cancer vaccines)
  2. Penghambat Checkpoint (checkpoint inhibitors)
  3. Terapi sel T adopsi (adoptive T cell therapy)
  4. Antibodi Monoklonal (monoclonal antibodies)

Vaksin Kanker

Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan yang dapat menyerang dan membunuh sel kanker. Jenis Vaksin kanker yang pertama kali disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) A.S. adalah vaksin untuk penyakit kanker prostat metastatik. Vaksin ini terbukti dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada penderita kanker prostat metastatik.

Berbagai strategi penggunaan vaksin saat ini sedang dipelajari pada penderita kanker payudara. Beberapa peneliti percaya bahwa vaksin kanker payudara dapat bekerja lebih baik bila dikombinasikan dengan jenis terapi lainnya.

Penderita yang belum banyak mendapatkan pengobatan juga bisa mendapat manfaat dari vaksin. Vaksin dapat memakan waktu berbulan-bulan hingga mengasilkan respon imun (kekebalan). Jadi, mungkin vaksin tidak dapat diaplikasikan pada penderita kanker stadium akhir jika metode treatment hanya menggunakan vaksin saja. Vaksin kanker mungkin masih bisa memainkan peranan penting jika dikombinasikan dengan terapi lain. Penelitian di bidang ini masih terus dilakukan.

Penghambat Checkpoint

Sistem kekebalan tubuh memiliki beberapa Checkpoint  yang berfungsi untuk mengendalikan imun agar tidak menyerang sel normal dalam tubuh. Namun demikian, Checkpoint  juga bisa melemahkan serangan sistem kekebalan tubuh pada sel kanker. Adapun Checkpoint inhibitor (penghambat Checkpoint) adalah sejenis obat yang berfungsi untuk mencegah Checkpoint tertentu bekerja untuk menghasilkan respon imun yang lebih kuat.

FDA telah menyetujui beberapa jenis obat penghambat checkpoint untuk digunakan pada penderita melanoma dan kanker paru-paru metastatik. Namun, metode pengobatan ini masih sedang sedang diujicobakan secara klinis terhadap kasus kanker payudara metastatik atau triple-negatif, baik yang diterapkan secara tunggal maupun mengkombinasikannya dengan system terapi lain.

Terapi sel T Adopsi

Sel T adalah sejenis sel darah putih yang berperan penting dalam respon imun. Terapi sel T Adopsi meliputi pengambilan sel T Anda, memodifikasikannya untuk memperbaiki aktivitasnya, dan kemudian mengembalikannya ke tubuh Anda melalui suntikan. Beberapa penelitian awal sedang dilakukan untuk menguji pendekatan ini pada wanita dengan kanker payudara metastatik atau triple-negatif.

Antibodi monoklonal

Antibodi monoklonal bisa dibuat di laboratorium. Antibodi tersebut menyerang bagian sel kanker yang sangat spesifik. Antibodi monoklonal bisa “telanjang”, artinya, mereka mampu bekerja sendiri. Mereka juga bisa “dikonjugasi”, artinya, bisa bergabung dengan partikel radioaktif atau obat kemoterapi.

Saat ini sudah ada antibodi monoklonal yang tersedia untuk pengobatan kanker payudara. Trastuzumab (Herceptin), antibodi monoklonal telanjang, menyasar protein positif-HER2. Protein ini ditemukan pada beberapa sel kanker payudara. Ado-trastuzumab emtansine (Kadcyla), antibodi monoklonal terkonjugasi, melekat pada obat kemoterapi. Antibodi ini juga menyasar protein positif-HER2.

Sejumlah antibodi monoklonal lainnya saat ini sedang dipelajari sebagai pengobatan kanker payudara stadium lanjut.

Apakah Imunterapi Memiliki Efek Samping?

Pengobatan Imunoterapi Pada Metastasis Kanker Payudara Infographics Kesehatan

Imunoterapi umumnya dianggap memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan jenis pengobatan kanker lainnya. Namun, beberapa orang mungkin masih mengalami efek samping.

Kemungkinan efek sampingnya meliputi:

  • Demam
  • Menggigil
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kondisi tubuh yang Lemas
  • Tekanan darah rendah
  • Ruam pada kulit

Efek yang terjadi diatas kemungkinan besar tidak dialami oleh semua orang. Kasus lebih banyak dan analisaa lebih dalam diperlukan untuk mengidentifikasi efek sampnping dari pengobatan imunoterapi untuk kanker. Kami dengan senang hati akan memberikan penjelasan terkait dengan bagaimana imunoterapi bisa bekerja untuk Anda !

Bagaimana Imunoterapi Memberikan Harapan Pada Kanker Payudara?

Klinik Biogenic Integrative Center bekerja sama dengan Saisei Mirai di jepang telah menghadirkan imunoterapi kanker payudara untuk masyarakat indonesia. Lebih dari itu, dr Lenny Tan sebagai dokter yang mendalami ilmu pengetahuan medis integrative menggunakan bebereapa metode yang sejalan untuk memberikan peluang yang lebih besar kepada pasien penyakit kanker payudara.

Perawatan Kanker Payudara dengan Pengobatan Alternatif Modern

Dibawah ini adalah beberapa jenis terapi dan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit kanker payudara. Pengobatan minimal invasif tanpa operasi dan alami ini dikenal sebagai pengobatan integrative yang saat ini sedang booming di Amerika Serikat dan beberapa negara pada benua eropa. Klinik Biogenic Integrative Center dengan bangga menjadi yang pertama sebagai klinik yang menangani khusus masalah kanker ini. Beberapa jenis terapi dan pengobatan kanker yang dimaksut adalah

  1. Terapi Ozon Untuk Penyakit Kanker
  2. Akupunktur Laser Dingin
  3. Terapi Fotodinamik untuk Kanker
  4. Terapi Sonodinamik untuk Kanker serta
  5. Terapi Gen Untuk Kanker.

Semua jenis pengobatan ini tersedia dan hadir di Indonesia. Anda bisa menghubungi informasi lebih lanjut seputar pengobatan penyakit kanker baik dengan imunoterapi dan beberapa terapi modern lain di klinik kami.

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.