Efek Samping Kemoterapi Kanker Payudara!

Kanker payudara tentu masih menjadi momok yang begitu menakutkan untuk setiap kaum wanita. Kemungkinannya untuk tidak melakukan pengangkatan payudara sangat kecil jika tidak segera dideteksi sedari dini. Selain masektomi, jalan pengobatan yang paling sering ditempuh adalah melalui kemoterapi kanker payudara. Obat-obatan kimia yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui bantuan alat-alat canggih diketahui mampu menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh manusia. Namun, sudah taukah anda efek samping yang bisa dberikan oleh proses kemoterapi kanker payudara ini? Berikut ini adalah informasinya!

Mengerti Kapan Kemoterapi Kanker Payudara Harus Dilakukan

Sebenarnya kemoterapi kanker payudara dibagi-bagi menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah kemoterapi ajuvan (pasca operasi), neoadjuvant kemoterapi (sebelum operasi), dan kemoterapi kanker payudara stadium lanjut. Obat yang digunakan untuk proses kemoterapi merupakan campuran dari beberapa obat atau disebut oplosan. Periode kemoterapi kanker payudara pada normalnya berlangsung 3-6 bulan.

Efek Buruk Kemoterapi Kanker Payudara

Meskipun pengobatan melalui jalan kemoterapi terbilang cukup ampuh, namun tetap saja memiliki efek samping. Ini karenakan obat yang digunakan dalam setiap proses kemoterapi merupakan obat-obatan kimia yang sesungguhnya berbahaya untuk tubuh manusia.

Anda bisa saja terbebas dari kanker payudara, namun resiko terkena kanker kedua sangatlah besar. Efek paling buruk dari kemoterapi adalah kemungkinannya mengembangkan kanker darah atau leukimia. Waspada terhadap gejala kemunculannya, paling sering 48 jam setelah pengobatan dilakukan.

Tak hanya berbahaya untuk pasien, efek buruk kemoterapi kanker payudara juga berbahaya untuk keluarga dan orang-orang disekitar pasien. Obat kemoterapi yang masuk ke dalam tubuh tentu juga harus dikeluarkan. Caranya bisa saja melalui tinja, urin, dan darah. Orang yang bertugas menangani pasien usai kemoterapi kanker payudara haruslah berhati-hati karena kemungkinan terkena kanker cukup besar setelah kontak langsung dengan obat kemoterapi yang sudah dikeluarkan lewat cara-cara tersebut.

Harus ada perlengkapan khusus bagi perawat yang menangani pasien usai kemoterapi. Setidaknya gunakan pelindung tubuh yang sudah steril, seperti sarung tangan dan masker. Tindakan pencegahan ini harus dilakukan setidaknya hingga 48 jam setelah pasien menjalani kemoterapi kanker payudara.

Cara Menangani Efek Samping Kemoterapi Kanker Payudara

Kemoterapi kanker payudara seringkali menyebabkan berbagai efek samping kecil diantaranya kelelahan, mual-mundah, sariawan dan rambut rontok. Ini dikarenakan obat kemoterapi tidak hanya membunuh sel kanker yang berkembang di payudara, namun juga mematikan untuk sel-sel normal dalam tubuh. Berikut ini adalah tips dalam menangangi efek kemoterapi kanker payudara yang hanya bertahan sementara ini.

  1. Mengatasi kerontokan : Kebanyakan pasien kemoterapi mengalami kerontokan rambut. Meski tak dapat dicegah namun Anda bisa saja menggunakan pelindung kepala maupun wig untuk menutupinya.
  2. Mengatasi mual-muntah : Usahakan untuk makan meskipun sedikit. Hindari makanan yang beraroma sitrus, terlalu manis, berlemak, dan pedas. Agar rasa mualnya menghilang, Anda bisa membuat teh dengan aroma jahe atau mint yang menenangkan.
  3. Mengatasi sariawan : Untuk menghilangkan bau mulut, Anda bisa coba kumur-kumur dengan air baking soda/ garam. Gunakan sikat gigi yang lembut dan usahakan untuk menggosok gigi minimal 4 kali dalam sehari.
  4. Mengatasi kelelahan : Pastikan Anda untuk mendapatkan tidur yang cukup. Meditasi dan olahraga juga dapat membantu mengurangi rasa lelah yang Anda rasakan. Bila Anda terlalu sulit untuk melakukan segala sesuatu sendiri, mintalah bantuan dari perawat.

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.