Katup Jantung Bocor – Gejala dan Penanganan

Katup jantung bocor merupakan penyakit atau gangguan pada bagian katup jantung, sesuai dengan namanya. Katup jantung sendiri merupakan jaringan penutup yang mengaturan aliran darah ke dan dari ruang jantung. Pasien yang mempunya penyakit katup jantung bocor punya malfungsi satu ataupun lebih katup jantung. Terdapat beberapa tipe penyakit katup jantung dengan gejala yang berbeda dan pilihan pengobatan yang berbeda pula.

Masalah pada katup jantung bisa terjadi akibat infeksi seperti infeksi endokarditis dan juga demam reumtik, kemudian terjadi degenerasi ataupun tidak normal keturunan.

Gejala Katup Jantung Bocor
Berikut beberapa gejala penyakit katup jantung bocor:

Anda kesulitan mengatur napas atau sesak napas, padahal sedang melakukan kegiatan normal sehari-hari atau pada saat berbaring datar di tempat tidur. Anda mungkin butuh bantal untuk bersandar agar bisa bernapas lega.
Pusing atau mengalami kelemahan. Anda merasa sangat lemah untuk melakukan kegiatan sehari-hari disertai rasa pusing dan bahkan pingsan. Hal ini terjadi karena ketidaknyamanan pada bagian dada seperti tertekan ataupun berat badang tertumpu di dada.
Palpitasi yakni irama jantung yang terasa lebih cepat, denyut jantung tidak teratur, perasaan flip-flop pada bagian dada dan denyut dilewati.
Muncul pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki ataupun perut. Ini disebut sebagai edema. Pembengkakan pada bagian perut juga membuat Anda merasa kembung.
Kenaikan berat badan 2-3 kilogram dalam sehari bisa terjadi.

Gejala antara satu penderita dengan penderita lain bisa saja berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, diagnosis resmi dari dokter yang akan menentukan apakah seseorang mengidap penyakit katup jantung bocor atau tidak.

Penanganan Katup Jantung Bocor
Penanganan katup jantung bocor terdiri atas obat-obatan, melebarkan katup dengan balon hingga operasi perbaikan ataupun penggantian katup. Jika muncul keluhan dan telah didiagnosis, terapi paling tepat adalah dengan dilakukannya operasi. Keputusan operasi sendiri juga harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan lengkap dan sudah atas pertimbangan tim dokter. Namun, jika operasi dianggap belum dibutuhkan ataupun terdapat kontradiksi maka harus dipilih terapi lain agar penderita katup jantung bocor bisa menjalani hidup dengan senormal mungkin.

Penyakit katup jantung bocor bisa mengakibat komplikasi lainnya seperti gagal jantung, terdapat gangguan irama jantung, serangan jantung hingga kehamilan risiko tinggi, stroke dan juga kematian. Oleh karena itu, mereka yang didiagnosis mengalami katup jantung bocor harus menerima penanganan secepat mungkin. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebanyakan kasus katup jantung bocor masih bisa ditangani dengan baik – yakni kombinasi antara kerja tim medis yang baik dan juga sikap kooperatif dari pasien dan lingkungannya. Dengan begitu, penderita dimungkinkan menjalani hidup senormal mungkin dan bisa lebih leluasa beraktivitas.

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.