Madu untuk Diabetes – Apa Manfaatnya?

Manfaat madu untuk diabetes – mengenai hal ini masih sering terjadi perbedaan pendapat. Ada yang beranggapan bahwa madu tidak dianjurkan untuk penderita diabetes karena bisa menaikkan kadar gula darah sebab rasanya yang manis.

Bicara mengenai madu, madu telah dikenal sejak dahulu memiliki manfaat alami bagi kesehatan tubuh dan sering dijadikan obat pula. Tetapi apakah madu juga cocok untuk penderita diabetes sebagai pengganti gula? Kandungan gula murni yang ada pada madu ternyata tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Namun, dengan catatan, madu yang dikonsumsi adalah madu murni yang tidak ditambah bahan-bahan lainnya. Madu murni memiliki rasa manis yang memang berasal dari madu itu sendiri, bukan gula. Hal ini tentu berbeda dengan madu buatan yang memiliki rasa manis berasal dari gula. Madu buatan yang seperti ini yang tidak cocok dengan penderita diabetes karena bisa mengalami kenaikan gula darah karena konsumsi gula. Inilah sebenarnya yang menjadikan opini bahwa madu akan menyebabkan kenaikan gula darah pada penderita diabetes.

Khasiat Madu untuk Diabetes

Mari kita analisis terlebih dahulu apa saja kandungan dalam madu yakni sebagai berikut:

  • Fruktosa, 38.2%
  • Glukosa, 31.3%
  • Maltosa, 7.1%
  • Sukrosa, 1.3%
  • Air, 17.2%
  • Gula paling tinggi: 1.5%
  • Abu (analisis kimia), 0.2%
  • Lain-lain, 3.2%

Pengobatan Luka

Melihat komposisi yang dimiliki oleh madu, madu terbukti bisa digunakan bahkan sebagai pengobatan luka pada penderita penyakit diabetes. Penderita diabetes yang tidak dapat menggunakan antibiotik disarankan menggunakan madu. Kemudian, karena manis dari madu berbentuk fruktosa, apabila masuk ke dalam tubuh akan segera diubah menjadi energi tanpa memerlukan hormon insulin untuk mengubahnya. Jadi, madu bermanfaat untuk kesembuhan penderita diabetes.

Pengganti Gula

Ya, Anda penderita diabetes dapat menggunakan madu sebagai pengganti gula untuk memperoleh rasa manis pada berbagai makanan dan minuman Anda. Selain karena kandungan fruktosanya, madu juga memiliki banyak peptida dan merupakan penghasil karbohidrat yang sama seperti nasi, roti, pasta dan mie. Tetapi, karbohidrat yang ada pada madu adalah dalam bentuk karbohidrat komplek sehingga punya indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik punya hubungan terhadap peningkatan gula darah. Oleh karena itu, indeks glikemik yang rendah yang dimiliki oleh madu membuatnya melewati proses pencernaan cukup lama sebelum diubah menjadi gula darah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa madu tidak mengakibatkan kenaikan kadar gula darah dalam tubuh.

Anda yang menderita diabetes dapat mengonsumsi madu, tentu saja dalam tahap wajar. Menurut anjuran dokter, madu dikonsumsi hanya sebagai pelengkap ataupun tambahan masakan ataupun minuman Anda. Ingat juga bahwa madu yang dikonsumsi adalah madu untuk diabetes alias madu murni yang tidak dicampur bahan-bahan seperti gula dan lainnya. Salam sehat!

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.