Komplikasi Diabetes Melitus – Kenali, Pelajari dan Cegah Secepatnya!

Meski bukan penyebab kematian nomor satu di Indonesia, diabetes melitus merupakan penyakit yang harus Anda waspadai. Ini karena penyakit ini bisa jadi suatu awal dari penyakit lainnya. Bahkan di beberapa kasus, komplikasi yang disebabkan oleh diabeteslah yang paling sering menyebabkan kematian.

Untuk Anda, baik penderita diabetes maupun bukan, penting lho mengenal dan mempelajari komplikas-komplikasi diabetes melitus. Selain untuk menambah wawasan Anda, informasi ini juga baik sebagai pendorong tindakan-tindakan pencegahan yang seringkali diabaikan oleh para penderitanya. Simak bahasan komplikasi diabetes melitus berikut ini:

Komplikasi Diabetes Melitus Jangka Pendek

Dalam jangka waktu yang pendek, diabetes mellitus sudah dapat menyebabkan komplikasi, hal ini tentu saja bisa menyebabkan tubuh Anda semakin parah. Dibawah ini ada 3 jenis komplikasi yang bisa diderita para penderita penyakit diabetes.

  1. Ketoacidosis – Kondisi dimana terdapat racun (zat keton) dalam tubuh akibat digunakannya cadangan lemak untuk dibuat menjadi energi. Pada penderita diabetes, hal ini dapat terjadi kare gula darah tidak dapat dijadikan energi dalam proses metabolisme. Penderita akan merasakan dehidrasi, sesak napas, hingga gangguan pencernaan.
  2. Hiperglikemia – Ketika dibiarkan begitu saja, kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat berangsur-angsur merusak jaringan dan organ tubuh. Kondisi ini disebut sebagai Hiperglikemia. Tanda-tanda dari kondisi ini adalah meningkatnya rasa haus dan meningkatnya frekuensi buang air kecil.
  3. Hipoglikemia – Berbanding terbalik dengan hiperglikemia, komplikasi diabetes melitus yang satu ini diakibatkan kadar gula darah yang terlampau rendah. Penyebabnya adalah karena penanganan yang salah dan berlebihan. Gejala dari Hipoglikemia adalah pusing, sakit kepala, kelelahan, detak jantung tidak teratur, cemas, gemetar, hingga tidak sadaran diri.

Komplikasi-komplikasi diabetes melitus diatas jika tidak segera ditangani akan berakibat fatal hingga menyebabkan koma.

Dampak Komplikasi Diabetes Melitus untuk Jangka Panjang

Resiko komplikasi diabetes melitus pun akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Berikut ini adalah penjelasannya:

  1. Kerusakan Jaringan Kulit – Masalah kulit kerap kali menganggu penderita diabetes, terutama pada daerah kaki. Sedikit saja luka bisa berakibat infeksi yang parah dan lama sembuhnya. Pada beberapa kasus, luka yang menyebar dan semakin parah akan berujung pada amputasi.
  2. Kerusakan Mata – Diabetes merupakan penyebab utama kerusakan mata pada penderita lanjut usia diantaranya adalah: kerusakan retina, katarak, dan glaukoma. Gejalanya ditandai dengan penglihatan yang mulai kurang jelas atau rasa sakit pada mata. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini akan menyebabkan kebutaan.
  3. Kerusakan Saraf – Tingginya kadar gula darah dalam tubuh dapat mengancam kesehatan saraf. Sekitar 60-70 persen penderita diabetes mengalami kerusakan saraf. Kondisi ini bisa berujung pada disfungsi ereksi hingga stroke. Gejala awalnya sering ditandai dengan kesemutan, mati rasa atau nyeri seperti terbakar.
  4. Kerusakan Ginjal – Ginjal pada penderita diabetes harus bekerja lebih keras dalam menyaring zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Ini karena darah yang mengental akibat kadar glukosa yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal.
  5. Masalah Jantung – Penderita diabetes beresiko dua kali lipat mengidap aterosklerosis. Inini karena kadar zat lemak yang meningkat dalam darah yang berujung pada tidak lancarnya peredaran darah yang mengacu pada serangan jantung dan stroke yang tiba-tiba.

Itulah dia beberapa komplikasi diabetes melitus yang perlu Anda ketahui. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah melakukan pencegahan memburuknya kondisi kesehatan Anda dengan menjaga gaya hidup yang sehat dan rutin mengecek kadar gula darah Anda.

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.