Membongkar Ciri Awal Gejala Penyakit Darah Tinggi

Semua orang tahu bahwa tekanan darah tinggi adalah sesuatu yang buruk. Namun kebanyakan orang tidak mengetahui dengan jelas apa itu penyakit darah tinggi bahkan gejala penyakit darah tinggi. Hampir semua orang pernah mengalami tekanan darah tinggi pada waktu-waktu tertentu dan tanpa disadari. Gejala penyakit darah tinggi biasanya baru terasa ketika sudah berlangsung selama jangka waktu yang lama. Ini karena efek samping dari penyakit ini benar-benar membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang.

Nama lain dari tekanan darah tinggi adalah hipertensi. Istilah hiper tersebut sebenarnya mengacu pada peningkatan tekanan darah dan ditujukan untuk daerah arteri.

Ciri Awal Gejala Penyakit Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi kerap kali disebut “silent killer”. Alasannya adalah karena gejala penyakit darah tinggi hampir sama sekali tidak pernah muncul. Namun bila tidak segera ditangani dalam jangka panjang, dapat merusak pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko aneurisma (pembengkakan di dinding arteri yang dapat menyebabkan arteri pecah). Inilah penyebab kematian paling tinggi yang berhubungan dengan penyakit hipertensi.

Karena tekanan darah tinggi biasanya tidak memiliki gejala, sebagian besar orang dengan tekanan darah tinggi  tidak menyadari mereka menderita penyakit ini. Justru hal ini bisa sangat membahayakan nyawa.

Dalam kondisi yang jarang terjadi, penderita mungkin merasa beberapa gejala penyakit darah tinggi seperti sakit kepala, mual, pusing atau mimisan. Namun, gejala seperti ini kadang dirasakan dan kadang juga tidak.

Mengapa Gejala Penyakit Darah Tinggi Bisa Terjadi?

Seperti yang sudah dijelaskan, kebanyakan orang dengan hipertensi jarang sekali mengalami gejala penyakit darah tinggi. Hipertensi dapat terjadi begitu saja, namun tentu ada beberapa faktor yang ikut berkontribusi terhadap penyakit ini. Titik penting adalah bahwa tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan hal itu, namun kombinasi dari beberapa yang berbeda yang mungkin memainkan peran yang berbeda pada orang yang berbeda.

Komponen genetik atau keturunan merupakan faktor yang pertama. Jika salah satu orang tua Anda atau keduanya memiliki hipertensi, maka peluang resiko terkena penyakit yang sama pun akan meningkat. Namun hal ini tentu saja bisa dicegah.

Ada pula faktor lingkungan. Hipertensi relatif menyerang mereka yang tinggal dikota-kota besar dengan berbagai limbah udara dan polusi. Jarang sekali penyakit yang sama ditemukan di daerah-daerah yang masih dapat disebut dengan pedesaan.

Faktor stres dan tekanan pun mengambil alih dalam memuncuklan gejala penyakit darah tinggi. Gaya hidup serba instan yang kebarat-baratan pun juga termasuk ke dalam salah satu faktor penyakit tekanan darah tinggi. Berikutnya adalah obesitas, yang dapat ditemukan dalam setidaknya 50 persen kasus hipertensi. Dapat dibilang jika obesitas selalu saja menuntun penderitanya ke berbagai penyakit serius, jangka panjang dan berbahaya.

Perlu Anda ingat perubahan gaya hidup mampu mencegah serta mengobati hipertensi. Pada saat Anda merasakan memiliki faktor resiko dan tau gejala-gejala penyakit darah tinggi dalam diri Anda, sebaiknya segeralah lakukan hal ini. Gaya hidup sehat meliputi pemasukan nutrisi yang tepat, berat badan normal, olahraga teratur, cukup minum dan tentu saja tidur yang berkualitas. Jika diperlukan, Anda bisa juga meminum obat-obatan sesuai resep doker untuk menurunkan tekanan darah Anda. Semoga bermanfaat.

Terapi Ozon sudah teruji membantu pemulihan atas beragam ketidakseimbangan imunitas yang terjadi pada tubuh manusia.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.