Cari Tau Yuk Pengertian dan Gejala Hipertensi Sedari Dini!

Tekanan darah tinggi seringkali dikenal sebagai “silent killer” karena seringkali tidak memiliki gejala. Karena tidak terkontrol, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, bahkan sampai kebutaan. Membuat perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat sesuai dengan resep seharusnya mampu mengurangi tekanan darah.

Mengontrol tekanan darah bukanlah hanya sebuah kebiasaan yang harus Anda lakukan. Dengan mengetahui tekanan darah dapat berarti Anda mampu memprediksi risiko untuk terkena serangan jantung, gagal jantung, atau stroke sedari dini. Sederhananya, semakin tinggi tekanan darah Anda, semakin tinggi risiko Anda untuk terkena penyakit mematikan lainnya.

Gejala hipertensi yang paling sering terjadi diawali dengan prehipertensi. Tekanan darah Anda tidak cukup tinggi untuk disebut hipertensi (tekanan darah tinggi), namun tidak juga bisa dibilang normal. Apa artinya hal tersebut?

Banyak kemungkinannya. Bisa dikatakan ini merupakan gejala awal dari hipertensi. Bila Anda segera menyadari hal ini, Anda dapat mencegah terkena hipertensi sejak dini.

Apa itu Penyakit Hipertensi?

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, dan orang-orang yang memiliki tekanan tinggi yang abnormal jauh lebih mungkin terkena penyakit jantung.

Arteri merupakan syaraf utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah adalah ukuran dari seberapa kencang darah Anda terdorong dalam arteri. Ketika ukuran tersebut terlalu besar dari normal, kondisi ini dapat dikatakan sebagai hipertensi.

Ketika tekanan darah diukur, ada dua angka yang harus Anda mengerti: misalnya, “120 di atas 80” ditulis sebagai 120/80. Hal ini karena setiap detak jantung mengirimkan gelombang tekanan melalui aliran darah. Jumlah yang lebih tinggi (tekanan darah sistolik) adalah puncak gelombang, ketika jantung berkontraksi. Angka yang lebih rendah (tekanan darah diastolik) terlihat ketika jantung Anda tengah rileks.

Tekanan darah selalu tercatat sebagai nomor sistolik lebih dari jumlah diastolik, dan angka tersebut menunjukkan tekanan yang diukur dalam milimeter air raksa pada alat ukur (mm Hg). Secara umum, seseorang yang tekanan darahnya 140/90 atau lebih, dapat dikatakan memiliki penyakit hipertensi.

Gejala-Gejala Penyakit Hipertensi

Hipertensi terkadang dapat menyebabkan sakit kepala, masalah penglihatan, pusing, atau sesak napas. Namun kebanyakan orang dengan penyakit hipertensi tidak merasakan gejala apapun. Inilah sebabnya mengapa hipertensi disebut sebagai “silent killer.” Hipertensi biasanya baru ditemukan pada pemeriksaan medis ketika dokter ataupun perawat melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Mitos Gejala Penyakit Hipertensi

Ada kesalahpahaman yang umum terjadi pada sebagian orang. Orang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, akan mengalami gejala seperti kegelisahan, berkeringat, sulit tidur atau kemerahan pada wajah. Itu semua hanyalah mitos yang sering dibicarakan oleh masyarakat umum. Sebenarnya penyakit hipertensi dapat menyerang kapanpun dan bahkan tanpa menunjukkan gejala apapun. Jadi, jangan mengabaikan tekanan darah Anda karena Anda berpikir tidak ada gejala yang signifikan. Hal tersebut hanya akan menempatkan diri Anda pada satu kondisi yang sangat berbahaya dan bila tidak segera tidak ditangani akan berakibat fatal. Semua orang perlu tahu seberapa besar tekanan darah mereka dengan menjalani medical checkup secara rutin. Hal ini tidak lain tidak bukan adalah tindakan pencegahan bagi gejala penyakit hipertensi.

Itulah dia sedikit informasi mengenai pengertian dan gejala hipertensi, beserta dengan mitosnya yang sangat penting untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat.


Artikel Lain untuk Anda:

Informasi ini disediakan oleh DokterKamu untuk Anda.